Nanti kalau Fadia sudah besar belajar karate yah supaya kelenturan fisiknya terlatih. Gumam istri sambil mencium kening Fadia yang saat itu sedang suka diajak ngobrol. Mendengar ucapan istri saya pun langsung menimpali dengan dukungan sepenuhnya.

Bagi saya sendiri belajar karate bukan hanya urusan fisik dan kekerasan. Akan tetapi ada sesuatu yang lain apalagi jika diajarkan sejak kecil. Menurut saja, karate dapat melatih emosi anak dan melenturkan fisik anak.

Sejak awal kami berdua memang bermimpi menjadikan Fadia seorang wanita, yang memiliki sejumlah keterampilan mulai dari karate, piano, menulis dan meneliti serta berdiplomasi. Saya dan istri menyadari bahwa tugas orangtua hanyalah mengarahkan potensi yang ada pada anak.

Jika nantinya Fadia memang memiliki kecenderungan menjadi peneliti maka kami berdua komitmen untuk membantunya. Saya dan istri pun akan membantunya jika Fadia ternyata memiliki kecenderungan menjadi seorang diplomat.

Namun, pada masa golden age ini kami masih memberikan pilihan kepada Fadia. Tak heran, sejumlah keterampilan ingin kami berikan kepadanya. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya istri yang cantik, cerdas dan berperilaku baik. *

Agustus 2008