Untuk kesekian kalinya kami dibuat kagum dengan perkembangan Fadia. Saat usianya 1 tahun 3 bulan, Fadia sudah memiliki kosakata lebih dari 200 kata.

Ada cerita lucu dan bangga saat Fadia makan siang. Ketika itu Fadia diberi lauk kesukaannya yaitu ikan goreng.Karena memang hobi banget, Fadia langsung mengambil sendiri ikan yang ditaruh dipiring dan tanpa menunggu imbaun dari kami kalau ikan cukup mengkhawatirkan karena ada durinya. “De, awas tulangnya loh!” kata saya saat mengingatkan Fadia.

Di luar dugaan kami Fadia langsung menjawab kalau ikan tidak memiliki tulang melainkan duri. “Ukan ulii,” kata Fadia. Kalau dalam bahasa orang dewasa Fadia bermaksud menjelaskan bahwa ikan itu tidak memiliki tulang tetapi duri. Kini, diusianya yang memasuki 1tahun 7 bulankami masih terus menunggu perkembangan yang membanggakan.

Sebagai orangtua kami ingin mensukseskan cita-citanya menjadi generasi yang berkualitas. Tak mudah memang untuk menuju ke arah sana tapi tetap harus dimulai dalam wujud perlakuan yang baik dengan dasar ilmu dari berbagai pakar pendidikan anak.

Masa depan Indonesia ditentukan oleh cara kita mendidik anak mulai dari mengandung hingga dewasa. Wajar kalau kemudian pemerintah Argentina memberlakukan undang-undang cuti hingga enama bulan bagi wanita yang melahirkan.

Pertanyaanya kenapa enam bulan?. Sebab, para ahli kesehatan berpendapat bahwa anak usia 0-6 bulan wajib diberi ASI, karena hanya dengan ASI kualitas anak ditentukan. Sebuah terobosan yang luar biasa dan terlihat lebih Islami, di dalam kitab suuci ummat Islam sendiri tepatnya Al Qur’an Qs Al-Baqarah:233, Allah memerintahkan agar kaum ibu menyusui anaknya hingga dua tahun utuh.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempuranakan penyusuannya” demikian kata Allah SWT di dalam surat tersebut.

Kota Serang, November 2009