Hazimah Ayu Fadia disela - sela mengikuti Kuliah Dhuha di Masjid Agung Ats-Tsaurah, Kota Serang, Provinsi Banten

Andaikan kita diberikan kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri, saya ingin mengajak istri dan anak ke Eropa. Tidak ada alasan mendasar selain keinginan untuk menginjakan kaki ke tanah yang selama ini selalu menjadi pusat perhatian dunia.

Keinginan ini pun saya sampaikan ke istri disela-sela bercengkrama di salahsatu ruang rumah kontrakan kami. Andaikan saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri ingin saya ajak Fadia ke Eropa, kata saya kepada istri sambil memandangi wajah Fadia yang masih imut.

Mendengar mimpi saya, istri langsung mengucapkan Amin. Selanjutnya dia komentar sembari mengajukan usulan. Mendingan ke Mekah dan Madinaah Bi, sekalian umroh dan bisa melihat langsung bagaimana kemegahan Islam dengan simbol ka’bahnya, saran istri sambil mengajak bicara Fadia kecil, yang kami pun belum tahu apakah dia mendengarkan atau tidak karena saat itu usianya masih 3 minggu.

Setelah saya berpikir ulang akhirnya menyetujui saran dari istri. Tapi ngomong-ngomong kapan kita kesana wong belum memiliki uang kok, celetuk saya sambil tertawa. Mendengar komentar saya yang bernada pesimis , istripun langsung mengatakan, rizki Allah itu bisa datang dari mana saja siapa tahu nantinya nasib kita berubah secara ekonomi, kata istri sambil kembali meminta persetujuan Fadia kecil.

Itulah salah satu mimpi yang sering kita bicarakan berdua ketika waktu santai. Meskipun belum tahu darimana datangnya rizki dan kapan mimpi itu bisa tercapai, tapi paling tidak kami memiliki semangat untuk pergi ke tanah suci Mekah. ****

Kota Serang, Oktober 2008