Mondar-mandir sambil membawa tali pengikat fiber, jari telunjuknya diarahkan pada tali yang sudah dimasukan ke dalam lubang fiber. Cuaca panas siang itu tidak dihiraukan lagi seolah tidak merasa. Pokoknya so sibuk gitu deh…

“Mba ayik, mba yik” teriak Fadia sambil menunjukan jari telunjuk ke seutas tali warnah putih. Sabtu (24/10) sekitar pukul 11.00 WIB saya dan Mba Sur, orang yang selama ini membantu beres-beres rumah sedang memasang fiber pada pagar besi. Seperti aktivitas lainnya yang tidak membahayakan, saya dan istri akan membiarkan Fadia nimbrung dengan tujuan otaknya akan terpantik dengan sesuatu.

Selama proses pemasangan kurang lebih satu jam, Fadia tampak sok sibuk gitu deh. Bolak-balik depan belakang, kanan-kiri sambil membawa seutas tali. Tak hanya itu, sesekali Fadia sambil berteriak minta tolong. Saya dan si mba yang melihat tingkahnya hanya tertawa sambil membantu memasukan talinya.

Beberapa hari sebelumnya, saya dan Umi juga dibuat haru dan tertawa saat Fadia menirukan gerakan dan ucapan kami berdua saat membuat rencana penambahan ruang rumah. Fadia berlagak seperti tukang yang paham tentang struktur bangunan atau arsitektur bangunan. Fadia bolak-balik dari pojok tembok yang satu ke tembok yang lainnya sambil menggerakan tangannya. Tak hanya itu, Fadia juga berkata sambil memegang pojok tembok. “Ini ama ono,” kata Fadia sambil menunjukan jarinya ke pojok tembok paling ujung , yang membuat kami berdua tertawa, gayanya itu loh. Sok sibuk, sok yes dan sok ngerti.

So sibuknya akan semakin terlihat ketika menemukan permainannya sendiri. Seperti bernyanyi sambil membawa bonek lebah, si Dino ataupun si beruang. Wah, kalau sudah pada episode ini kami yang besar nyerah dan akan diminta untuk turut bernyanyi. Biasanya, kalau kita berhenti bernyanyi maka Fadia akan meminta nyanyi lagi. Tak hanya itu, kita yang ada di sekelilingnya harus bertepuk tangan. Pokoknya super sibuk dan so yes banget.

Andaikan kita menjauh maka Fadia akan langsung menggandeng tangan kita untuk diminta menemani lagi. Ha…inilah anugerah Allah SWT yang terindah. Pernah kejadian juga dia minta main-main malam hari dari pukul 22.00 WIB sampai 23.30 WIB. Benar-benar melelahkan tapi menyenangkan dan bangga. ****

Kota Serang, Oktober 2009