Tekanan hidup yang begitu hebat terkadang menggoyahkan naluri dan akal kita sebagai seorang hamba Allah SWT. Tak heran, sering kita temukan seseorang yang lunglai dan pesimis dalam menghadapi pergolakan hidup ini.

Sebagai manusia biasa saya sendiri sempat mengalami hal demikian, tapi kondisi ini cepat-cepat dibenahi dan melakukan proses penyadaran diri. Alhamdulillah, kini diri ini sadar akan hakikat seorang hamba yang segalanya dibawah kuasa Allah SWT.

Sesungguhnya Allah SWT yang menciptakan diri kita sudah paham betul, karakter, sifat dan kesanggupan kita dalam memikul beban. Jika kita paham akan hal ini maka kita tidak mungkin terjerat oleh rasa putus asa, karena pasti Allah tidak akan memberikan beban kepada kita melebih batas kemampuan yang kita miliki. Allah tidak akan memberikan beban kepada seorang hamba melebihi batas kemampunnya, demikian janji Allah dalam sebuah surat yang ia sampaikan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw.

Logika saya sendiri berjalan ketika membaca surat ini. Dalam benak saya, Allah tidak akan mencabut atau ingkar janji terhadap apa-apa yang pernah disampaikan kepada Muhammad. Kesimpulannya adalah ujian dan beban hidup sekeras apapun tidak akan mencelakakan kita, selama kita di dalam garis yang Allah tentukan.

Persoalan yang sering muncul kenapa seseorang putus asa lebih dikarenakan ada unsur ketidakyakinan di dalam hati seseorang tersebut, kepada janji Allah yang saya tulis di atas. Nah, kenapa tidak yakin dengan janji Allah, ini yang mesti kita telusuri oleh diri kita sendiri dengan mendengarkan hati nurani. Cobalah introspeksi diri di tengah malam sembari melakukan pendekatan terhadap Allah SWT dengan shalat, dzikir dan berdoa.

Jangan sekali-kali membohongi diri sendiri ketika introspeksi, jika ini semua itu bisa dilakukan maka ada titik terang. Namun, jangan berhenti di sini karena proses perjalanan masih jauh. Ada seabrek wanita penggoda di luar sana, ada setumpuk harta yang menanti di luar sana dan ada setinggi jabatan dan popularitas di luar sana.

Semuanya itu menjadi tantangan sekaligus godaan kita, apakah mampu mengendalikan semua itu atau justur tergelincir dan terjerembab dan akan kembali menyeret diri ini menjadi mahluk yang tidak yakin dengan janji Allah SWT.

(Kota Serang, 7 Juni 2009, pukul 11.00 WIB.)