Membaca koran Kompas edisi Rabu, 20 Mei 2009 tentang si Gordon yang mampu beroperasi, tanpa harus menggunakan pengendali jarak jauh (remote control) termasuk komputerisasi, dahi saya mengkerut dan termenung sesaat. Saat itu juga saya dan istri saling bertanya tentang jaman yang akan dihadapi oleh anak kami beberapa tahun mendatang.

Saudara tahu siapa si Gordon?, Gordon adalah sebuah robot yang mampu beroperasi dengan otak seperti layaknya manusia. Robot ini dibuat oleh tim dari University of Reading di Inggris. Menurut Kevin Warwick dari School of System Engenering, penemuan ini akan berdampak besar terhadap dunia pengobatan dan sains.

Selain si Gordon, dalam tulisan tersebut juga dibeberkan temuan robot lainnya diantaranya robot militer penjinak bom, robot untuk keperluan rumah tangga. Menurut laporan dari Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa dan Federasi Robot Internasional (UN Economic Comission for Europa and the Internasional Federation of Robotics-UNECE), memperkirakan jika tahun 2007 ada 4,1 juta robot rumah tangga dipekerjakan.

Ulasan berita di Kompas ini menjadi renungan dan mengingatkan saya dan istri bahwa dunia anak kita akan berbeda. Apalagi perkembangan dunia sians, teknologi dan informasi begitu kencang derasnya dan tidak mungkin kita cegah. Lalu apa yang mesti kita lakukan supaya anak-anak siap dalam menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan sains.

Sebetulnya bagi kita yang beragama Islam sudah diberikan wejangan dari Allah SWT melalui Al-Quran dan Rasulullah Saw. Rasulullah dalam hadistnya mengingatkan kita dengan nasehat yang bijak dan visioner. “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan jamannya,” demikian hadist Rasulullah yang sarat dengan makna.

Hadist ini cukup uptade jika dikaitkan dengan perkembangan dunia saat ini. Sinyal yang diberikan rasulullah ini mesti menjadi renungan dan harus diingat oleh keluarga muslim Indonesia setiap saat. Perkembangan dunia informatika dan komunikasi sudah memberkan efek kepada anak-anak. 

Bahkan, menurut sejumlah pakar anak kekerasan yang dilakukan anak saat ini bukan saja berupa fisik, melainkan sudah dalam bentuk mental. Beberapa contoh diantaranya, siswa jaman sekarang sudah bisa menyebarkan gambar-gambar porno melalui handponenya, permainan game online yang terkadang mengabaikan aktivitas membaca buku, dana masih banyak lagi efek negative dari dunia ini yang mesti jadi perhatian.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan kepada anak supaya tidak kewalahan menghadapi dunia masa depan. Pertama, dekatkan si kecil dengan aktivitas keilmuan seperti membaca Al-Quran, menghadiri pengajian, seminar, talkshow ataupun silaturahim dengan seorang yang berilmu. 

Kita juga harus rajin mengajak si kecil untuk rekreasi di taman buku atau perpustakaan atau jalan-jalan ke toko buku. Kegiatan ini juga tak lain agar si kecil terbiasa dengan buku karena dari sinilah otak dan pikiran si kecil akan terbuka.

Untuk secara detilnya, saya menyarankan agar anda sebagai orangtua rajin membaca buku-buku yang membahas bagaimana mendidik anak sesuai dengan tahapan usianya. Ini pentinga supaya si kecil mampu menerima dengan baik. Selamat berjuang menyiapkan generasi yang tangguh dan bermental robbani. ***