Saya kategori Ayah yang percaya bahwa karakter seseorang  dewasa ditentukan disaat usianya masih kecil. Jadi, saya juga memiliki keyakinan bahwa anak - anak saya kelak ketika dewasa akan bergantung pada suasana atau cara kita mendidik mereka. Studi Journal of Personality menemukan bahwa anak-anak yang percaya diri tumbuh menjadi orang dewasa tanpa hambatan.

Dan ini saya merasakan sendiri ketika dulu saat masih kecil hidup dalam suasana penuh kebebasan. Sejak kecil saya dihadapkan tentang mengambil keputusan sendiri. Jadi orangtua saya tidak pernah melarang tentang apa yang menjadi keputusan penting saya.

Saya mau sekolah dimana, mau bergaul dengan siapa, benar - benar terserah keputusan saya. Dan itu karakter itu benar - benar melekat sampai dewasa. Saya merasa bahwa akan lebih puas dengan apa yang saya putuskan meskipun itu gagal. 

Soal plus minus sudah pasti ada. Dan karakter ini tidak bisa dilepaskan sampai sekarang bahkan sampai kapanpun. Karakter ini melekat, kalau toh ada seseorang yang memberikan masukan tapi belum tentu akan saya jalankan kecuali masukan itu sejalan dengan apa yang saya yakini.

Makanya saya tidak pernah membuat larangan ketat kepada anak - anak. Mau belajar sambil mendengarkan musik, tiduran atau sambil nonton televisi, terserah yang penting risiko tanggung sendiri.

Mau tidak masuk sekolah, mau rajin, mau buku diisi gambar orang semua juga saya biarkan. Ini reflek karena karakter saya juga seperti itu. Biarlah mereka belajar mengambil keputusan sendiri dari hasil fikiran sendiri. Salah atau gagal biar mereka belajar. 

Sebab dalam karakter saya belajar dari hasil keputusan sendiri meskipun itu gagal jauh lebih mengakar ketimbang benar tetapi menjalankan keputusan orang lain. Kalau anak - anak yakin maka kerjakan. Salah atau gagal risiko tanggung sendiri !

Saya tidak tahu dalam perspektif psikolog saya masuk kategori tipe manusia apa, yang pasti saya paham betul karakter yang melekat ini karena memang sejak dari kecil saya mengambil keputusan serba sendiri.

Pada sisi lain saya juga tipe orang yang tidak mau ribet, artinya kalau ada sebuah persoalan yang sebenarnya saya bisa memperjuangkan sesuatu itu tetapi karena prosesnya menurut fikiran saya ribet maka pasti akan saya tinggalkan atau mengalah agar cepat selesai.

Modalnya Keyakinan
Ketika merasa yakin dengan apa yang saya putuskan maka pasti akan saya lakukan, sesulit apapun itu dan seberat apapun itu, modalnya keyakinan ! Tidak akan ada orang yang bisa melarangnya. Dan ketika gagal saya juga tidak pernah menyesali asalkan itu benar - benar keputusan dari hasil olah fikir saya, tapi kalau apa yang saya lakukan hasil dari orang lain lalu gagal, wah itu pasti menyesal dan kesal.

Beberapa memang ada yang berhasil dan gagal, uniknya saya tetap merasa puas meskipun gagal asalkan itu hasil fikiran dan keputusan saya. Karakter ini bagi teman - teman atau sahabat saya yang sudah mengenal pasti paham.

Dan mereka pasti juga tidak akan melarang ketika saya mengambil keputusan yang saya yakini. Sementara bagi yang belum mengenal mungkin saya dipersepsikan sebagai orang yang keras kepala, tidak mau menerima masukan. Padahal sebenarnya bukan tidak mau menerima masukan, tetapi masukan itu tidak selaras dengan apa yang saya yakini makanya sering tidak saya terima.